Kalau sudah membaca dan suka, tolong diklik ya "suka"nya..hehe....

Jumat, 08 April 2011

Khasiat Ceker Ayam Mirip Sirip Ikan Hiu


Salah satu kandungan bermanfaat dalam sirip ikan hiu adalah kartilago atau tulang rawan, yang diyakini mampu memperbaiki kekebalan tubuh dan mencegah kanker.Ikan hiu akan punah sebentar lagi jika terus diburu untuk diambil siripnya yang konon sangat berkhasiat. Padahal untuk sekedar mendapatkan manfaat sirip ikan hiu, ceker ayam yang lebih mudah didapat punya kandungan nutrisi hampir sama. Sama seperti sirip ikan hiu, ceker alias kaki ayam juga banyak mengandung kartilago untuk melapisi persendian. American Cancer Society pernah mengembangkan obat kanker dari bahan tulang rawan. Obat yang dibuat dari sirip ikan hiu itu cukup efektif, namun bahan bakunya sulit diperoleh dalam jumlah besar tanpa mengganggu keseimbangan biota laut.

Dalam hal ini jika ikan hiu harus dilindungi, maka ceker ayam bisa menjadi alternatif karena sama-sama banyak mengandung tulang rawan. Ceker ayam jelas lebih mudah didapatkan karena unggas ini memang dibudidayakan sehingga tidak mungkin punah meski dikonsumsi terus menerus.

Kandungan lain yang bisa ditemukan pada sirip ikan hiu maupun ceker ayam adalah glukosamin dan kondroitin, 2 senyawa yang berkhasiat sebagai antiradang alami. Sebuah penelitian di tahun 1995 membuktikan, kedua senyawa itu bisa meringankan gejala radang sendi atau osteoarthritis.

Kelebihan lain dari ceker ayam dibandingkan sirip ikan hiu adalah kandungan kolagennya yang sangat tinggi. Kolagen yang merupakan sejenis protein dan banyak dipakai dalam produk kecantikan ini banyak terdapat pada tulang, persendian, maupun bagian kulit yang mengeras pada ceker ayam.

Protein yang akan memberi sensasi rasa agak kenyal pada ceker ayam saat dimasak ini diyakini baik untuk kesehatan kulit karena bisa mengurangi efek penuaan termasuk kulit kusam dan keriput. Dikutip dari Wisegeek, Rabu (23/3/2011), kolagen juga baik untuk kesehatan rambut dan kuku, sehingga cocok bagi yang ingin menjaga kecantikan fisik.

Meski demikian, ceker ayam tidak banyak mengandung daging atau otot yang merupakan sumber protein utama. Untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang, imbangi hobi makan ceker ayam dengan makan dagingnya terutama bagian dada yang mengandung lebih banyak protein dan hanya sedikit lemak pada kulitnya.

Sumber: beritaterkini.us

Kamis, 07 April 2011

MUI: Film 'Tanda Tanya' Hanung Sebarkan Paham Haram dan Sesat


Bukan hanya warga Nahdiyin saja yang mengecam film "?" (tanda tanya) garapan Hanung Bramantyo. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menilai film ini menyebarkan faham Pluralisme Agama yang telah difatwa haram.

Penyebaran faham Pluralisme ini telah dicermati oleh KH Cholil Ridwan, Ketua MUI Pusat Bidang Budaya, usai menyaksikan film itu Rabu malam (6/4/2011) di Jakarta. "Film ini jelas menyebarkan faham Pluralisme Agama yang telah difatwakan sebagai faham yang salah dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya," ujar Cholil dalam penjelasan tertulisnya kepada voa-islam.com, Kamis (7/4/2011).

Indikasi faham pluralisme ini, jelas Cholil, terlihat dalam narasi di bagian awal, "Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama: mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan."

Dengan pandangan seperti itu, ujar Cholil, pihak pembuat film jelas memposisikan dirinya sebagai seorang non Muslim penganut faham netral agama, karena semua agama dipandang sama-sama merupakan jalan yang sah menuju Tuhan yang sama. Konsep netral agama tak mengenal konsep Tauhid dan Syirik, atau Mukmin dan kafir, sehingga bertolak belakang dengan ajaran Islam.

"Cara pandang seperti ini menunjukkan bahwa pembuat film ini berdiri pada perspektif bukan sebagai seorang Muslim, tetapi sebagai seorang yang netral agama, yang memandang semua agama adalah menyembah Tuhan yang sama," tegas pengasuh Pesantren Husnayaian Jakarta itu.

Selain itu, papar Cholil, cara pandang pembuat film ini juga bertentangan dengan cara pandang Nabi Muhammad SAW. "Saat Rasulullah diutus sudah ada orang-orang Yahudi, Nasrani, Majusi, dan kaum musyrik Arab. Tapi Nabi Rasulullah menyeru mereka semua agar kembali kepada satu prinsip yang sama (Kalimatin Sawa'), yaitu prinsip Tauhid hanya menyembah Allah semata," tegasnya sembari mengutip Al-Qur'an surat Ali Imran 64, Maryam 88-91, Al-Ma'idah 73, dan Ash-Shaff:6).

Karenanya, Cholil yang juga Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ini mempertanyakan keagamaan para pembuat film "?" yang tidak mau memakai agama sebagai dasar pijakan. "Sangat aneh jika seorang mengaku beragama Islam, tetapi melihat agama-agama lain selain Islam, bukan dari kacamata Al-Qur'an, tetapi dari kacamata netral agama," kritiknya.

Dalam pandangan akidah, lanjut Cholil, film ini sama sekali tidak bisa dibenarkan.

"Film ini mencampuradukkan dan mengacaukan konsep toleransi dan kerukunan dengan konsep "Pluralisme" dalam hal teologis," kecamnya. "Toleransi tetap bisa terjalin tanpa harus mengorbankan keyakinan keagamaan masing-masing, karena kerukunan umat beragama dapat terwujud bila masing-masing pemeluk agama tetap dengan klaim kebenarannya masing-masing " imbuhnya.

Setelah menelaah secara kritis mulai dari judul hingga bagian penutup (ending), Kholil Ridwan menyimpulkan bahwa pembuat film "?" ini belum memahami Islam. Karenanya, ia mengimbau agar para pembuat film, terutama sutradaranya, mengkaji Islam secara mendalam agar film-film hasil karyanya tidak sesat dan menyesatkan orang. Sangat tidak beradab, jika seseorang yang mengaku "tidak tahu" atau "belum tahu", tetapi sudah berlagak sok tahu.

"Saya menyarankan agar Saudara Hanung sebaiknya mengaji yang baik, dan dengan sukarela menyatakan bahwa filmnya memang keliru dan mengelirukan," imbau Cholil. "Lebih baik lagi, film ini ditarik dari peredaran," pungkasnya.

Sumber: VOA-islam.com

Rabu, 06 April 2011

Makin Lambat Makin Oke

Usia seharusnya bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menikmati akitivitas seksual yang nyaman dan memuaskan. Bahkan, menurut para pakar seksologi, semakin bertambah usia, kehidupan seks seseorang seharusnya semakin bertambah baik dan menyenangkan.

Penelitian yang dimuat jurnal Psychological Science pada November 2008, misalnya, membuktikan bahwa kepuasan dan kebahagiaan perkawinan seseorang akan meningkat seiring dengan mulai lepasnya anak-anak karena kemandiriannya. Para terapis seks pun setuju bahwa lepasnya anak-anak dari "sarang" cenderung membuat suami istri lebih leluasa untuk menikmati waktu yang berkualitas, termasuk dalam hal seks.

Sex therapist David Schnarch pernah membeberkan perbedaan antara genital prime dan sexual prime seseorang. Bagi kebanyakan orang, masa genital prime muncul di masa remaja dan usia 20-an ketika tubuh dalam kondisi terbaiknya. Namun, pada masa ini pikiran belum berkembang baik secara seksual.

Schnarch mengatakan bahwa sexual prime seseorang sebenarnya jauh dari apa yang dibayangkan banyak orang sebagai masa-masa seksual yang "berat dan panas", seperti saat usia sekolah. Seiring bertambahnya umur, seseorang akan mendapat manfaat dari penerimaan diri, mengenal apa yang disukainya dan tidak takut untuk meminta.

Konselor seks kenamaan dari New York Times, Ian Kerner, berpendapat, penuaan sebenarnya tidak akan memengaruhi seks seseorang, tidak seperti halnya kebiasaan tak sehat yang akan menimbulkan kerugian setelah beberapa tahun. Justru gaya hidup tidak sehat seperti terlalu banyak stres, kurang tidur, pola makan buruk, malas berolahraga, tak merawat diri, dan hubungan dengan orang lain yang bakal merusak kehidupan seksual.

Membiarkan kualitas kesehatan terus memburuk, menurut Kerner, adalah penyebab utama masalah seksual. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang sehat pada usia 50 dan 60-an masih lebih aktif secara seksual ketimbang mereka yang berusia lebih muda.

Salah satu hal penting yang membedakan orang muda dan tua dalam hal seks, menurut Kerner, adalah seks selalu melambat seiring bertambahnya usia. Misalnya, seorang perempuan muda dapat mengalami perlendiran vagina hanya dalam beberapa detik, tetapi bagi wanita yang lebih tua butuh hingga beberapa menit untuk mengalami perlendiran.

"Hal yang sama juga berlaku pada pria dalam hal ereksinya. Penting bagi pasangan untuk menyadari bahwa memang butuh waktu yang lebih lama untuk mengalami ereksi ataupun perlendiran sehingga tidak perlu mengartikan bahwa pasangan tidak terangsang," ungkap Kerner.

Faktanya, lambat justru membawa kebaikan untuk kehidupan seks Anda. Ketika tanda-tanda rangsangan seksual tidak muncul secepat dari biasanya, hal itu memberi kesempatan lebih lama kepada pasangan untuk bermain dan saling bercengkerama di tempat tidur. Perilaku yang biasanya kita lakukan saat foreplay dapat menjadi aktivitas utama saat berhubungan seks dan memberi kesempatan pada pasangan untuk kembali mengeksplorasi satu sama lain secara seksual.

Ketika pria mengalami penuaan, kadar testosteronnya akan menurun, sedangkan hormon estrogennya akan naik. Ini berarti bahwa banyak pria berusia lanjut yang bisa lebih fokus dan menghargai sisi kelembutan dari seks.

Sebagai contoh, suami yang penasaran atau belum pernah mencoba pijatan erotis atau teknik lainnya kini dapat mencoba dan memperkenalkannya kepada pasangannya. Prinsipnya, nikmatilah apa yang bermanfaat dengan bertambahnya usia. Pria muda memang punya ereksi lebih kuat, tetapi pria lebih senior cenderung punya kendali yang lebih baik. Anda dan pasangan semakin paham dengan tubuh masing-masing, punya teknik yang sempurna, dan tidak lagi merasa terhalangi seperti di masa lalu!

Sumber: Banjarmasinpost.co.id

Selasa, 05 April 2011

Yang Aktual tentang Radiasi Ponsel


Dalam budaya di mana manusia makin sulit melepaskan diri dari telepon genggamnya, kekhawatiran akan radiasi akibat penggunaan ponsel ini terus bermunculan. Riset terbaru menyebutkan radiasi ponsel menyebabkan perubahan pada otak.

Ada penelitian yang mengaitkan penggunaan ponsel dengan kanker, berkurangnya kepadatan tulang, atau gangguan kesuburan pada pria. Akan tetapi studi lain membantah dan menyebutkan tidak ditemukan efek bagi kesehatan.

Menjawab pro-kontra tersebut Dr.Nora Volkow's melakukan penelitian menggunakan ponsel Samsung Knack, model SCH-U310. Ia melakukan penelitian 2,5 tahun lalu. Hasilnya adalah menggunakan ponsel sekitar satu jam bisa meningkatkan metabolisme glukosa dan perubahan di otak. Tapi belum disimpulkan apakah perubahan di otak ini berdampak negatif.

Bagaimana dengan smartphone? Volkow's berpendapat si ponsel pintar ini justru memiliki tingkat radiasi lebih tinggi dibanding ponsel biasa karena kompleksnya pengiriman data.

Anda bisa mengetahui besarnya pancaran radiasi sebuah ponsel dengan melihat spesific absorption rate (SAR). Angkanya akan mengindikasikan berapa radiasi yang diserap tubuh ketika menggunakan handset dalam kekuatan maksimal.

Sayangnya angka SAR ini tidak ditayangkan dalam buku manual atau dalam kemasan ponsel. Tetapi Environmental Working Group, organisasi nonprofit, telah membuat daftar perbandingan nilai SAR untuk setiap jenis ponsel yang beredar.

Meski begitu sebenarnya ada cara untuk mengurangi paparan radiasi yang berasal dari ponsel ini. Misalnya sebisa mungkin menjauhkan ponsel dari kepala. Penggunaan headset lebih disarankan karena pancaran radiasinya rendah.

"Jika tidak ada headset besarkan saja speakernya atau jauhkan sedikit ponsel Anda dari telinga ketika berbicara. Setiap milimeter sangat berarti," kata Louis Slesin, editor situs berita yang fokus pada keamanan radiasi elektromagnetik.

Pancaran radiasi dari ponsel juga lebih rendah ketika Anda berada dalam posisi diam karena ketika Anda dalam keadaan bergerak cepat, misalnya dalam kendaraan.

Ponsel juga akan memancarkan radiasi lebih tinggi ketika penerimaan sinyalnya lemah. "Makin sedikit jumlah sinyalnya, makin tinggi radiasinya," kata Om Gandhi, profesor elektro dari University of Utah.

Makanya jika Anda ingin mengurangi paparan radiasi, tidak disarankan untuk berbicara di ponsel saat berada di dalam gedung atau di dalam lift karena sinyal ponsel pasti rendah.

Sumber: kompas.com

Senin, 04 April 2011

Menentukan Arah Kiblat


Ternyata menentukan arah kiblat secara tepat dan cepat itu tidaklah sulit. Cara paling ampuh dan mudah adalah menggunakan matahari. Cara ini lebih ampuh daripada menggunakan kompas yang dapat terpengaruh medan magnet sekitar.

Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka’bah. Hal ini merupakan pengetahuan yang sudah tua umurnya namun sepertinya tidak banyak yang mengetahui. Dalam bahasa arab disebut sebagai peristiwa Istiwa A’zham (Persinggahan
Utama).


Ini terjadi setiap tanggal 28 Mei atau tanggal 27 pada tahun Kabisat pukul 12:18 waktu Mekah dan 16 Juli atau 15 di tahun kabisat, pukul 12:27.

Jadi, semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya ke sana telah menghadapkan wajahnya ke kiblat. Atau jika kita melihat bayangan benda yang tegak lurus di atas tanah, maka bayangan tersebut akan membentuk garis arah kiblat.

Bagi Indonesia, waktu kejadian tersebut adalah 28 Mei jam 16:18 WIB dan 16 Juli jam 16:27 WIB. Jadi, bagi yang ingin mengecek atau melihat benar tidaknya arah kiblat yang digunakan selama ini silakan keluar pada waktu tersebut dan lihat matahari (atau bayangannya).

sumber: asalkamutauaja.blogspot.com


Kamis, 31 Maret 2011

Bahaya Krim Pemutih Wajah

Krim Pemutih Wajah biasanya sering digunakan oleh kaum perempuan untuk mempercantik tampilan wajahnya, tapi jangan salah kaum laki-laki juga ada yang menggunakannya dengan tujuan yang kurang lebih sama, supaya tambah pede.. Tapi awas, hati-hati dibalik terlalu seringnya menggunakan krim ini ada bahaya yang mengintai kulit wajah Anda.

"Krim pemutih wajah bisa menimbulkan reaksi yang berbeda-beda tiap orang,” kata seorang dermatolog, Dr Amit Vij, diberitakan dari laman Times of India. “Terutama untuk pria, tekstur kulit yang lebih kasar rentan mengalami reaksi alergi. Kulit mereka hanya sedikit kasar di daerah jenggot, dan lainnya adalah bagian sensitif dan rentan terhadap reaksi."

Dr Amit Vij menyatakan agar efek buruk penggunaan krim pemutih dapat dicegah, ketahui terlebih dulu kandungan krimnya secara rinci.

"Sebelum menggunakannya, Anda perlu tahu bahan utama yang ada dalam krim atau lotion pemutih, sehingga Anda dapat memahami cara menggunakannya secara wajar sehingga bisa terhindar dari reaksi yang membahayakan. Pastikan juga bahwa krim yang Anda gunakan sudah lulus uji keamanan dari Department Kesehatan."

Walau demikian Dr Amit Vij mengatakan dia tidak menganjurkan penggunaan krim ini. Alasannya, kata dia, "Efek samping jelas ada, seperti penipisan kulit jika digunakan setiap hari. Bisa memicu timbulnya jerawat dan lain sebagainya.”

Tapi, agar aman, Dr Amit meminta agar tidak kecaduan krim pemutih. “Namun, untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari ada baiknya menggunakan tabir surya yang aman yang sesuai dengan jenis kulit.”

Dr Amit menjelaskan, kebanyakan konsumen krim pemutih tidak menyadari reaksi fotosensitif yang ada dalam krim. Karena krim ini sangat sensitif jika terkena matahari, maka kondisi kulit akan lebih buruk jika terpapar matahari. Bisa menyebabkan kulit memerah bahkan bisa menimbulkan ruam. Derajatnya akan bervariasi dari orang ke orang jika terbakar matahari, bisa juga menyebabkan lecet, gatal, bahkan sensasi terbakar setiap kali melangkah di bawah sinar matahari.

"Kulit merupakan bagian tubuh yang juga memiliki kepekaan. Untuk itu, hati-hati menggunakan produk pemutih,” katanya.

Kapan efek samping penggunaan krim muncul? "Ini bervariasi. Untuk seseorang, itu bisa bereaksi dengan segera, yang lain bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk menunjukkan tanda-tanda kulit memburuk," Dr Amit.

"Anda seharusnya menggunakan krim pemutih untuk dua minggu, enam minggu atau delapan minggu," ujar Debra Jaliman, juru bicara American Academy of Dermatology dan penulis buku 'Skin and Hair', seperti yang dikutip dari aolhealth.

Menurutnya, menggunakan krim tersebut selama bulanan hingga tahunan tidak baik untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan kebanyakan krim pemutih mengandung hydroquinone, sebuah zat yang menghambat produksi melanin dan hanya boleh digunakan dalam konsentrasi yang kecil, maksimal dua persen. Kebanyakan krim ini mengandung empat hingga enam persen.

Hydroquinone dapat menyebabkan efek samping, yakni penyakit ochronosis. Penyakit ini membuat kulit Anda terlihat biru-hitam.

Demikian, Kumau Kau Tau, semoga bermanfaat.

Rabu, 30 Maret 2011

Lihat Penyakit Lewat Mata

Mata gunanya untuk melihat, mata kita bisa untuk melihat penyakit yang ada di tubuh kita. Mata adalah mata-mata penyakit untuk mengetahui mata penyakit..hhhhmmm gimana tuh?? Dokter juga sering liat mata kita tuk cari tau penyakit kita. Nih ada beberapa info, biar kita tau apa tuh yang dikasih tau mata kita...:

1. Mata yang Menonjol, artinya: kelainan kelenjar gondok, kanker darah, tumor yang berasal dari organ lain seperti paru, payudara, kelenjar getah bening. Kadang-kadang disertai dengan gangguan pergerakan bola mata sehingga penderita mengeluh berpenglihatan ganda.

2. Kelainan Kelopak Mata, artinya:
Kelopak mata menurun (kelainan saraf, usia tua, atau kencing manis).
Kelopak mata tidak bisa menutup rapat (kelainan kelenjar gondok, kelainan saraf atau tumor).
Kelopak mata tidak dapat berkedip (lepra).
Kelopak mata berkedip secara berlebihan (kelainan saraf/ otak)
Mata juling (gangguan saraf/otak, stroke, kencing manis, tumor, dan gondok)

3. Mata Merah, artinya:
- Tanpa nyeri (cacingan, TBC, alergi ringan karena debu atau makanan, alergi berat karena obat, tiroid, HIV/AIDS, tumor)
- Dengan nyeri hebat (rematik, sifilis, sarkoidosis, lupus (penyakit), kencing manis (kadang - kadang mata nyeri saat dibuka diwaktu bangun)
- Disertai dengan kornea yang kering dan penebalan selaput lendir (kekurangan vitamin A).

4. Lingkaran Putih di sekeliling Kornea pada Usia Muda, artinya: tingginya kolesterol

5. Katarak pada Usia Dini (<61 thn), artinya: Menandakan kencing manis. Ibu hamil yang selama masa kehamilan terinfeksi campak juga dapat menyebabkan anaknya lahir dengan katarak.

Demikian semoga bermanfaat, karena KUMAU KAU TAU